Peringatan Bulan Bahasa Bali di SMP PGRI 5 Denpasar Tahun 2025: Mempertahankan Warisan Budaya Lewat Lomba Kreatif
Bulan Bahasa Bali adalah sebuah kegiatan tahunan yang diselenggarakan di Provinsi Bali sebagai bentuk apresiasi terhadap bahasa dan budaya Bali yang kaya. Tahun 2025, Bulan Bahasa Bali mengangkat tema “Jagat Kerthi – Jagra Hita Samasta ” yang bermakna Bulan Bahasa Bali menjadi altar pemuliaan bahasa, aksara, dan sastra Bali sebagai sumber kesadaran menuju harmoni semesta raya. Tema ini mencerminkan komitmen pelestarian budaya Bali melalui berbagai kegiatan edukatif dan kompetisi.
Untuk mendukung tema tersebut, maskot dari Bulan Bahasa Bali 2025 adalah “Bedawang Nala” sebagai maskot utama. Maskot ini melambangkan keseimbangan alam semesta (jagat kerthi hita samasta), yang menjadi inti nilai budaya Bali.”
Kegiatan Bulan Bahasa Bali ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kecintaan siswa terhadap bahasa dan aksara Bali, serta mengasah keterampilan mereka dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan budaya Bali. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan untuk memberikan ruang bagi siswa untuk menunjukkan kreativitas dan kecakapan mereka dalam berbahasa Bali secara aktif.
Kegiatan di SMP PGRI 5 Denpasar
Pada tahun 2025, SMP PGRI 5 Denpasar ikut berpartisipasi aktif dalam perayaan Bulan Bahasa Bali yang diselenggarakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 10 hingga 11 Februari 2025. Berbagai lomba menarik dan edukatif digelar untuk memperkenalkan dan melestarikan budaya Bali kepada seluruh siswa, serta mempererat hubungan mereka dengan warisan budaya leluhur.
Lomba-lomba yang diselenggarakan di SMP PGRI 5 Denpasar meliputi:
- Lomba Ngelawar – Lomba ini menguji kemampuan siswa dalam berdialog menggunakan bahasa Bali yang baik dan benar. Ngelawar merupakan salah satu tradisi Bali yang penting dalam berkomunikasi, terutama di masyarakat Bali. Dalam lomba ini, siswa diuji untuk menyampaikan pesan dalam bahasa Bali dengan lancar dan penuh makna.
- Lomba Pidarta Bahasa Bali – Pidarta adalah bentuk pidato atau penyampaian ide dalam bahasa Bali. Dalam lomba ini, siswa diharapkan mampu menyampaikan pidato dengan menggunakan bahasa Bali yang baik, jelas, dan penuh rasa hormat terhadap budaya Bali. Lomba ini juga menjadi ajang untuk mengasah kemampuan public speaking siswa dalam bahasa daerah.
- Lomba Nyurat Aksara Bali – Aksara Bali merupakan tulisan tradisional yang sangat penting dalam budaya Bali. Lomba ini menguji keterampilan siswa dalam menulis aksara Bali dengan tepat, menunjukkan betapa pentingnya kemampuan menulis dalam aksara Bali sebagai bagian dari pelestarian budaya tulis Bali.
Puncak Acara Bulan Bahasa Bali di SMP PGRI 5 Denpasar
Puncak acara Bulan Bahasa Bali di SMP PGRI 5 Denpasar dilaksanakan di aula terbuka pada tanggal 11 Februari 2025. Acara dimulai dengan laporan dari Ketua Panitia, Ibu I Gusti Ayu Dewi Ratih, S.S., yang memberikan gambaran umum mengenai tujuan dan rangkaian kegiatan yang telah berlangsung dengan sukses. Ibu I Gusti Ayu Dewi Ratih juga mengungkapkan rasa terima kasih atas partisipasi aktif dari seluruh siswa, guru, dan pihak terkait yang telah mendukung kelancaran acara ini.
Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala SMP PGRI 5 Denpasar, Bapak I Made Radita Berata, S.Pd., M.Pd., yang mengapresiasi kegiatan Bulan Bahasa Bali ini sebagai upaya yang sangat positif untuk menjaga warisan budaya Bali, khususnya bahasa Bali, di kalangan generasi muda. Beliau menekankan pentingnya pelestarian bahasa dan budaya Bali untuk masa depan, dan berharap agar kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan di masa yang akan datang.
Acara puncak ditutup dengan penyerahan piala dan sertifikat kepada para juara lomba yang telah menunjukkan prestasi terbaik dalam berbagai kategori. Para pemenang mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas usaha dan dedikasi mereka dalam mengikuti lomba-lomba tersebut. Penyerahan hadiah ini menjadi momen yang sangat membanggakan bagi seluruh peserta, baik yang menang maupun yang belum berhasil, karena mereka telah berpartisipasi dalam kegiatan yang sangat berarti untuk kelestarian budaya Bali.
